"(Kemarin) saya mengatakan bahwa GD (Gus Dur) dibutuhkan lalu ditinggalkan oleh Imin (Muhaimin Iskandar) dkk. Dan bahwa politik PKB Imin adalah manipulatif," jelas AS Hikam (Jumat, 26/1).
Atas pernyataannya tersebut, dikatakan Hikam, Marwan kemudian mengumbar kemarahan dengan menuduhnya bukan aktivis NU, kader salon dan kutu loncat. Tapi Menristek era Gus Dur ini santai menanggapinya.
"Saya persilakan saja publik menilai omongan seorang plagiat dan pendurhaka terhadap GD seperti dia," ungkapnya.
Karena, Hikam beralasan, kebenaran kritiknya toh tidak akan luntur hanya dengan dihujat. "Kalau MJ (Marwan Jafar) punya nalar dan keberanian, mestinya harus memberikan argumentasinya menyikapi kritik saya," demikian Hikam.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: