Keretakan dan perpecahan di tubuh Partai Nasdem tampaknya benar-benar adanya. Karena pecah kongsi dua dedengkot DPP Partai Nasdem Surya Paloh dan Hary Tanoesudibjo sudah tak bisa terhindarkan lagi.
Bahkan, informasi yang diperoleh, Hary Tanoe, yang menjabat Ketua Dewan Pakar DPP Partai Nasdem sudah bulat akan hengkang dari partai yang ia masuki secara resmi pada November 2011 lalu. Pecahnya hubungan Hary Tanoe dengan Surya Paloh, Ketua Majelis Nasional DPP Partai Nasdem, karena perbedaan pendapat apakah kepengurusan DPP Partai Nasdem saat ini perlu dirombak atau tidak.
Hary Tanoe berpandangan bahwa Nasdem sebagai partai baru yang mengusung gerakan perubahan, tidak perlu melakukan perombakan kepengurusan. Duet Rio Capella sebagai Ketua Umum dan Ahmad Rofiq sebagai Sekjen harus dipertahankan. Karena merekalah the winning team. Dan tidak ada the winning team diganti saat memasuki final pertandingan.
"Apalagi mereka (Rio-Rofiq) adalah wajah baru di perpolitikan nasional," begitu dikatakan sumber Rakyat Merdeka Online malam ini (Minggu, 20/1).
Bos MNC Grup itu mempercayai bahwa justru karena Nasdem dipimpin orang-orang muda dan wajah baru di perpolitikan nasional lah yang membuat Nasdem melesat ke urutan 4 hampir di semua survei-survei nasional kepartaian.
Sementara Surya Paloh justru ingin merombak kepengurusan DPP Partai Nasdem. Bahkan bos Media Grup itu menginginkan jabatan ketua umum langsung berada di tangannya. "Inilah awal perbedaan (Surya Paloh-Hary Tanoe)," tekannya lagi.
Hary Tanoe disebutkan akan menggelar konferensi pers besok petang untuk menyampaikan keputusannya mengundurkan diri dari partai yang mengusung slogan perubahan tersebut. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: