Pemindahan Ibukota Negara jangan Hanya Wacana!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 18 Januari 2013, 17:14 WIB
Pemindahan Ibukota Negara jangan Hanya Wacana<i>!</i>
dahnil anzar simanjuntak
rmol news logo Wacana pemindahan ibukota negara atau pusat pemerintahan dari Jakarta ke daerah lainnya seperti disampaikan beberapa politikus jangan hanya berhenti pada usulan semata.

Jangan pula usulan itu diungkap sebagai reaksi sesaat hanya karena saat ini Jakarta "stagnan" akibat bencana seperti banjir atau kemacetan.

"Pemindahan ibukota dan pusat pemerintah sudah menjadi keharusan, menjadi prioritas jangka panjang program pemerintah dan itu harus sudah dimulai dari sekarang," ujar ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 18/1).

Pemindahan pusat pemerintahan setidaknya dapat menjadi salah satu cara menggiring pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi dari Jakarta dan Jawa ke daerah lain di Indonesia. Selama ini semua pusat kegiatan ekonomi, politik dan pemerintahan di Jakarta.

"Dengan pemindahan ke daerah lain setidaknya akan mendorong pergeseran pusat aktivitas dan pertumbuhan. Kalimantan saya pikir adalah pilihan yang paling strategis dengan berbagai kelebihannya secara geografis," tandansya.

Karena itu, sambung akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini, pemerintahan pusat sudah harus mulai melakukan studi kelayakan daerah baru yang akan menjadi pusat pemerintahan.

Sementara itu, siang tadi, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan ketidaksetujuannya atas wacana pemindahan ibukota tersebut. "Kalau pindah, pertama kemana? Kedua, pindah kantor gampang, tapi pindah orangnya gimana? Kalau pegawai pusat di Jakarta katakanlah 200 ribu,  itu bagaimana caranya pindah orang. Tidak semudah itu," ujar Kalla.

Menurut Kalla pemindahan ibukota tidak perlu menjadi prioritas pemerintah saat ini. Ia menyarankan Pemda DKI mementingkan penyelesaian masalah banjir seperti membuat saluran untuk curah hujan lebih banyak lagi dan memperluas Kali Ciliwung.

Selain itu, kata dia, koordinasi antarsetiap instansi harus diperkuat, sehingga jajaran menteri pun lebih cepat berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah. Itu lebih baik, dibanding setiap instansi bekerja sendiri tanpa koordinasi. "Enggak ada gunanya pindah tapi Jakarta tetap kumuh. Yang kita hindari kekumuhannya, kemacetannya, banjirnya. Jangan dibalik pikirannya," pungkas Kalla.[zul]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA