KISRUH NASDEM

Ferry Mursyidan Baldan: Tak Ada Pemecatan, yang Ada hanya Penguatan dan Pengokohan Partai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 14 Januari 2013, 10:33 WIB
Ferry Mursyidan Baldan: Tak Ada Pemecatan, yang Ada hanya Penguatan dan Pengokohan Partai
Ferry Mursyidan Baldan
rmol news logo Partai Nasdem saat ini tengah membangun soliditas untuk menghadapi Pemilu 2014. Karena itu tidak mungkin, Ketua Umum DPP Partai Nasdem Rio Capella dan Sekjen  Ahmad Rofiq akan dipecat.

"Nggak lah. Kita ini lagi membuat soliditas partai. Ini yang saya kuatir, masuk virus-virus mau melemahkan. Kita, sebagai salah satu partai di luar partai parlemen, tentu tantangannya banyak. Jadi nggak ada istilah memecat. Bahwa kita melakukan pengokohan dan penguatan di struktur partai, itu bagian dari strategi yang sejak awal sudah disiapkan," jelas Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 13/1).

Penguatan itu, dia mencontohkan, meminta Surya Paloh menjadi ketua umum umum partai. Sementara Rio dan Rofiq akan tetap menjadi bagian pengurus DPP Nasdem. Jadi, dia menegaskan, tak ada pemecatan. Karena ini bukan soal perebutan jabatan.

"Ini kan menghadapi Pemilu. Strateginya membutuhkan katakanlah penguatan di level DPP. DPP yang ada itu semuanya menjadi bagian DPP yang akan dikokohkan ini. Kan kalau Ketua Umumnya Pak Surya, Rio juga bagian dari DPP, kan bukan penggeseran namanya. Kita kan mau menang Pemilu. Kalau diibaratkan kereta api, yang ditambahkan itu turbo untuk di lokomotifnya sehingga kereta bisa berlalri kencang. Ini  Pemilu," tekan lagi lagi.

Kapan Surya Paloh akan jadi ketua umum?

"Ya nanti kan ada kongres tanggal 25 (Januari). Tapi kongres kita bukan seperti bayangan sebagaimana kongres apa gitu. Tapi kita mensolidkan barisan, menyusun progam prioritas Pemilu. Ini kan sudah masuk masa kampanye loh. Jangan lupa," ungkapnya.

Tapi sampai saat ini Ferry tidak tahu dimana nanti posisi Rio Capella dan Rofiq dalam kepengurusan yang akan dipimpin langsung oleh Surya Paloh tersebut.

"Ya nggak tahulah. Nanti lah itu. Kita harus softlah. Kalau ada yang buat manuver yang aneh-aneh, itu melemahkan. Ngapain buang energi menjalankan agenda-agenda yang mungkin dimasukkan oleh orang luar. Ini kan ujian untuk kita ya," jelasnya.

Mantan politikus Golkar ini berharap, penetapan Surya Paloh sebagai ketua umum di kongres Nasdem digelar secara aklamasi.

"Ya harapan saya. Saya kira kalau kita semua berpikir untuk kemenangan Partai Nasdem, bagaimana kita menata lokomotif, dalam hal ini DPP dalam semangat kebersamaan. Kan kita tidak sedang berhiruk pikuk siapa jadi ini. Semuanya ada potensi yang diwadahi," imbuh mantan anggota DPR ini.

"Makanya, sejak awal gabungnya Bu Rachmawati (Soekanoputri), gabungnya Pak Endriartono (Sutarto), kita welcome betul. Semuanya kan penguatan semangatnya. Jadi kehadirannya tidak dalam konteks geser-menggeser, apalagi buang-membuang. Itu salah," tandasnya. [zul]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA