PILGUB SUMUT

Konsep Bangun dari Desa Membuat Petani Simalungun Berharap Banyak pada Chairuman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 12 Januari 2013, 08:48 WIB
Konsep Bangun dari Desa Membuat Petani Simalungun Berharap Banyak pada Chairuman
chairuman harahap (kiri)
rmol news logo Konsep “membangun dari desa” yang diusung oleh pasangan kandidat Gubernur Sumatera Utara/Wakil Gubernur Sumatera Utara Chairuman-Fadly Nurzal telah memberi harapan baru bagi para petani yang pada umumnya memang tinggal di desa-desa. Karena itu, petani desa di kecamatan Pematangbandar Kabupaten Simalungun menjatuhkan harap pada pasangan nomor urut 3 tersebut.

Kehadiran Anggota Komisi VI DPR RI di desa mereka, baru-baru ini disambut hangat dan penuh kemeriahan. Ada pagelaran seni budaya Reog Ponorogo yang menyambut dan ada ratusan petani yang berkumpul menanti kedatangan jagoan Golkar dan PPP di Negeri 1 Purwodadi Kec.Pematangbandar, Simalungun. Mereka dengan antusias memanfaatkan pertemuan dengan Chairuman untuk berdialog. Satu per satu, beberapa perwakilan para petani ini menyampaikan harapannya kepada Chairuman Harahap. Di antaranya perwakilan petani cabe yang memang jumlahnya cukup besar, memyampaikan harapannya menyangkut pola kemitraan pada penyertaan modal.

“Sebenarnya kami cukup handal dan eksis sebagai petani pak. Cuma saja kami terkendala di modal aja. Jadi kalau Pak CH (Chairuman Harahap) jadi gubernur, mudah-mudahan persoalan kami didengar, karena cuma permodalan aja yang kami inginkan pak," ujar Mislan petani cabai asal Nagori Purbaganda itu.

Petani lainnya, Guntur dari Nagori Purwodadi mengatakan bahwa petani berharap mendapat dorongan perekonomian desa yang lebih optimal, agar petani tidak bergantung pada pertanian satu jenis tanaman cabai saja. “Kalau hanya bergantung pada satu jenis tanaman cabai saja, petani akan panic pak, kalau harga cabai mengalami kemerosotan,” ujarnya yang disambut tepuk tangan oleh seluruh petani yang hadir diacara dialog tersebut.

Pihaknya, katanya, berharap pemerintah memberi pemikiran mengatasi persoalan petani cabai khususnya. Karena meski di daerah Pematangbandar tanaman itu jadi andalan bagi pemasok daerah lain termasuk ke Medan, tetapi tetap perlu tanaman alternatif.

Hal lain yang menjadi harapan para petani kepada Chairuman adalah persoalan jalur transportasi desa seperti jalan. Karena ada jalur jalan yang masih berupa permukaan tanah yang bila hujan maka akan becek. Akibatnya distribusi hasil-hasil pertanian bisa terhambat sampai ke tempat tujuan. 

Sikap lugas dilontarkan Eko Simanjuntak pemuda Nagori 1 Purwodadi yang menjelaskan mereka sangat berharap besar pada kemenangan Chairuman-Fadly 7 Maret 2013 mendatang. "Saat di komisi II DPR RI beliau telah membantu Simalungun mekar dan memperoleh kesejahteraan. Jadi besar harapan kami Chairuman-Fadly menang dan kita akan makmur, petani sejahtera," tegas Eko yang pernah mengenyam perkuliahan di kampus IAIN Medan tersebut.

Menanggapi sejumlah pertanyaan dan usulan petani di acara itu, Chairuman yang menegaskan kultur bertahan dengan satu jenis tanaman memang harus dikurangi. Hal tersebut untuk menjaga terjadinya harga komoditi yang kerap berubah. “Ini tentunya sangat mempengaruhi petani sewaktu-waktu,” ucapnya.

Sedangkan terkait usulan pemekaran Simalungun, Kejati Sumatera Utara periode 2001 - 2003 sangat mendukungnya. Karena sejak di Komisi II lalu ikut membangun rencana pemekaran Simalungun bahkan sampai ke presiden. “Pemekaran harus dilakukan kalau itu kebutuhan sebagai suatu jalan keluar untuk masyarakat kita untuk memajukan daerah,” katanya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA