Golkar: Ada yang Terancam dengan Naiknya Elektabilitas Aburizal Bakrie

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 27 Desember 2012, 13:45 WIB
Golkar: Ada yang Terancam dengan Naiknya Elektabilitas Aburizal Bakrie
fuad masyhur
rmol news logo Satu per satu pengurus DPP Partai Golkar angkat bicara atas manuver Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, yang kerap mengkritik pencapresan Aburizal Bakrie.

Ketua Bidang Informasi & Penggalangan Opini Fuad Hasan Mansyur, menilai belakangan ini upaya untuk menggembosi pencapresan Aburizal semakin terasa.

Selain manuver Akbar, Fuad juga menuding penggebosan terhadap Ical dilakukan lewat survei ataupun manuver partai lain yang selalu menempatkan elektabilitas Jusuf Kalla (JK) di atas Aburizal.

"Jadi semua manuver itu memang dipakai sengaja untuk mendiskreditkan Bang Ical agar dia tidak bisa maju di pilpres. Makanya pakai segala cara. Jadi Ical sebelum naik dijatuhkan,” kata Fuad Hasan Masyhur, seperti dikutip dari Harian Rakyat Merdeka (Kamis, 27/12).

Dikatakan Fuad, Golkar bukan tidak memberi kesempatan kepada JK untuk bersaing di pemilihan presiden. Tapi Golkar juga sudah pernah menjual JK di Pilpres 2009 dan hasilnya tak laku.

Karena itu, lanjut Fuad, di Pilpres 2014 Golkar memutuskan mencapreskan Ical. Keputusan tersebut, menurut Fuad, bukan hanya mendapat persetujuan dari DPD I Partai Golkar tapi juga atas permintaan DPD II di tingkat kabupaten.  “Jadi munculnya Bang Ical itu bukan ujuk-ujuk, tapi sebelumnya sudah diminta,” ujarnya.

Sejauh ini, dikatakan Fuad, DPP dan kader-kader di daerah sudah berjuang meningkatkan popularitas dan elektabilitas Ical. Hasilnya pun cukup memuaskan. Buktinya di Maluku Utara dan beberapa wilayah Indonesia Timur lainnya, popularitas Ical teratas dari kandidat lainnya.

“Cuma memang untuk wilayah Jawa belum. Tapi kan selisih pak Ical dengan Prabowo atau Mega sekarang tinggal 3-4 persen lagi. Dengan Pak JK pun Ical teratas. Apa ini bukan kerja keras Bang Ical,” lanjutnya.

Fuad menilai dengan sudah mulai terdongkraknya popularitas Ical, ada beberapa pihak yang melihatnya sebagai ancaman. Makanya, mereka menggunakan berbagai cara untuk mengkritisi Ical. “Tapi Pak Ical tambah hari makin siap dikritisi. Ini buktikan Golkar paling siap dari yang lain. Yang lain kan cuma berwacana tapi Golkar tunjukkan kebesarannya,” tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA