Mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto dan mantan Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen (Purn) Prabowo Subianto dinilai menyampaikan apa adanya soal keengganan mereka mengambil alih kekuasaan pada tahun 1998 lalu.
"Saya kira beliau berdua menyampaikan apa adanya," jelas Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 20/12).
Tapi khusus untuk Wiranto, yang juga Ketua Umum Hanura, sambung Saleh, beliau pernah mengatakan tidak ingin jadi Presiden dengan mengorbankan mahasiswa yang pada waktu itu sedang menduduki gedung Senayan.
"Beliau lebih memilih melalui proses demokrasi yang jurdil dan amanah," jelas Saleh.
Letjen (Purn) Prabowo Subianto dalam sebuah ceramahnya di Jakarta, Selasa, sambil bercanda mengaku menyesal tidak melakukan kudeta pada saat kerusuhan massal tahun 1998 silam. Sementara kemarin, Wiranto mengaku tidak menyesal atas keputusannya yang tidak menggunakan kesempatan untuk mengambil alih pemerintahan pada tahun 1998 lalu. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: