Lebih Baik Jokowi 'Jampi-jampi' Warga Supaya Doyan Naik Sepeda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 17 Desember 2012, 16:24 WIB
Lebih Baik Jokowi 'Jampi-jampi' Warga Supaya Doyan Naik Sepeda
istimewa
rmol news logo Percepatan waktu jam masuk sekolah dari pukul 07.00 WIB ke pukul 06.30 WIB yang "dipaksakan" Prijanto saat menjabat Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta pada Januari 2009 lalu mengakibatkan meningkatnya jumlah kenderaan pribadi khususnya mobil yang 30 persen.

"Karena adanya perubahan kebiasaan keluar dari rumah pagi hari antara orang tua yang biasanya bersamaan anaknya," ujar Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) Rico Sinaga (Senin, 17/12).

Memang, diakuinya, peningkatan pendapatan masyarakat Jakarta pada saat Fauzi Bowo memimpin Jakarta menjadikan orang memiliki kemampuan untuk membeli mobil lagi.

Nah, saat ini, sambungnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin "memaksakan kehendak" pengaturan kendaraan pribadi dengan sistem nomor polisi ganjil genap menggunakan kendaraan di jalanan. Menurutnya, karena kebijakan itu, dapat dipastikan jumlah kendaraan selama 5 tahun kedepan naik sampai 40 persen. Kemacetan pun lebih akan dahsyat. 

Karena itu sambungnya, untuk mencegah kemacetan, kenapa Jokowi tidak  "menghipnotis" saja orang jadi tidak suka mengendarai kenderaannya. "Lebih hebat lagi bila Jokowi 'menjampi-jampi' orang jadi doyan naik sepeda bepergian," demikian Rico Sinaga. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA