Kepala BNN Belum Diangkat, SBY dan Timur Dinilai Malah Larut dalam Tarik-menarik Elit Polri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 06 Desember 2012, 12:09 WIB
Kepala BNN Belum Diangkat, SBY dan Timur Dinilai Malah Larut dalam Tarik-menarik Elit Polri
sby
rmol news logo Presiden SBY dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo ditengarai larut dalam tarik-menarik kepentingan elit Polri sehingga belum menentukan siapa Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru.

"Presiden dan Kapolri larut dalam tarik-menarik elit-elit Polri yang ingin menggolkan jagonya masing-masing sehingga pejabat yang sudah pensiun pun masih tetap menjabat," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane pagi ini (Kamis, 6/12).

Menyusul habisnya masa jabatan Kepala Kabaintelkam Komjen Pratiknyo, dan Kepala BNN Komjen Gories Mere pada akhir November lalu, dua pos itu mestinya sudah dipimpin pejabat baru sejak 1 Desember lalu. Karena belum ditunjuk pejabat baru, Komjen Pratiknyo dan Komjen Gories Mere masih menjabat.

IPW menilai, lambannya penunjukan Kepala BNN dan Kabaintelkam yang baru diakibatkan adanya tarik menarik antar kelompok-kelopompok elit Polri,  yang setiap kelompok punya jago masing-masing.

"Seharusnya Presiden yang membawahi BNN bersikap tegas dalam menentukan Kepala BNN yang baru dan tidak larut dalam tarik menarik di elit Polri," tegas Neta.

"Begitu juga Kapolri seharusnya bisa bersikap tegas untuk segera menetapkan Kabaintelkam agar kedua posisi strategis tersebut bisa segera diisi dengan pati yang punya kabapilitas," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA