Partai Amanat Nasional (PAN) menyambut gembira hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) November 2012 yang sang ketua umum partai itu, Hatta Rajasa, pada posisi ketiga. Dalam survei itu, elektabilitas Hatta disebutkan 8,65 persen, di bawah Jusuf Kalla (14,32 persen) dan Prabnowo Subianto (12,58 persen).
Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PAN Viva Yoga Mauladi hal ini memperlihatan masyarakat Indonesia semakin rasional.
 “Artinya, masyarakat saat ini sudah sangat cerdas dan rasional untuk memilih pemimpinnya berdasarkan kemampuan dan integritas dari sejumlah tokoh yang namanya sudah dimunculkan untuk bertarung pada Pilpres 2014 mendatang. Begitu juga dengan peta politik Indonesia sakarang,†kata Viva dalam keterangan yang diterima redaksi.
 Direktur Puskaptis Husin Yazid mengatakan bahwa saat ini masyarakat merindukan pemimpin yang populis, cepat, tegas dan cekatan. Hatta Rajasa dianggap sebagai salah seorang dari tokoh yang masuk kriteria itu.
 “Hatta layak hukum dan layak pasar. Layak hukum karena ketua partai, sesuai UU yang mengatur capres dan cawapres harus diusung partai politik. Sedangkan layak pasar adalah calon memiliki nilai jual di masyarakat, maksudnya dikenal dan disukai publik,†kata Yazid lagi.
 Dalam survei lain yang dilakukan Indonesian Network Elections Survey (INES) Hatta menjadi tokoh non-Jawa dengan elektabilitas tertinggi (28,6 persen) di atas Jusuf Kalla (20,2 persen). Namun secara keseluruhan, Hatta berada di peringkat ketiga (11,3 persen) di bawah Prabowo Subianto (19,8 persen) dan Megawati Soekarnoputri (13,16 persen). [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: