Ada yang menarik dari survei yang dirilis LSI, kemarin. Nama Aburizal Bakrie yang biasanya muncul di urutan atas daftar capres potensial, malah nggak ada. Kenapa? Karena menurut responden nilai Ketua Umum Golkar ini kurang bagus.
Survei LSI yang dirilis di auditorium gedung Manggala Wanabakti ini bukan survei biasa. Yang jadi responden adalah 223 opinion leader alias tokoh pembentuk opini. Mereka antara lain narasumber media massa yang berpendidikan S3, purnawirawan jenderal, pengusaha nasional, dan para pimpinan redaksi media massa nasional.
Para opinion leader ini diminta memberikan penilaian terhadap 24 tokoh yang dianggap potensial nyapres di 2014 dengan skor 1-100. Yang diukur adalah kapabilitas, integritas, dan akseptabilitas calon. Hasilnya, hanya 18 orang yang memiliki nilai tinggi. Tiga nama teratas adalah Mahfud MD, Jusuf Kalla dan Dahlan Iskan. Nama Aburizal Bakrie alias Ical sama sekali tidak tercantum.
Apa alasannya? Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardhi menyatakan, Ical sebenarnya masuk dalam survei. Namun saat scoring, Ical dapat nilai kecil, sehingga tidak muncul. “Ical mendapat skor di bawah 60,†ujarnya.
Menurut Dodi, sapaan Kuskridho, dari segi kapabilitas sebenarnya nilai Ical lumayan. Namun dari sisi akseptabilitas atau penerimaan publik, nilai Ical rendah.
Dodi menyatakan, survei opinion leader ini bukan untuk mengetahui elektabilitas calon, tapi hanya untuk mengetahui kualitas tokoh-tokoh. "Kenapa pakai survei opinion leader? Karena mereka lebih tahu informasi. Kalau publik, yang mereka tahu adalah tokoh-tokoh yang sering muncul di media,†jelasnya.
“Tentu lebih sulit menaklukkan hati para opinion leader yang memiliki informasi politik lebih baik ketimbang kebanyakan masyarakat yang tidak banyak punya informasi. Yang bisa menaklukkan kalangan opinion leader bukanlah pencitraan tetapi rekam jejak. Ical harus memperbaiki diri kalau ingin maju,†jelasnya.
Bagaimana tanggapan Ical? Orang dekat Ical yang juga Wasekjen Golkar Lalu Mara Satriawangsa tidak ambil pusing. Kata dia, survei ini tidak menggambarkan opini publik, sebab yang disurvei hanya para ahli. “Jadi, ini opini para ahli untuk calon independen, bukan opini publik atas semua capres,†ujarnya kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Kata Lalu Mara, boleh-boleh saja LSI membuat survei semacam ini untuk memunculkan calon alternatif. Namun, dia ragu calon-calon yang dimunculkan ini bisa maju di 2014.
“Yang penting kan saat pertandingan nanti, bisa main apa tidak. Jangan sudah disebut-sebut lembaga survei, tahunya tidak bisa bertanding. Ibarat main bola, sudah capek latihan, eh tidak masuk line up pemain. Kan bisa stres,†tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: