Status Kepahlawanan Bung Karno-Bung Hatta Diakui Sejak Tahun 1978

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 07 November 2012, 12:24 WIB
Status Kepahlawanan Bung Karno-Bung Hatta Diakui Sejak Tahun 1978
bung karno-bung hatta
rmol news logo Status Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai pahlawan sudah diakui sejak 1987. Bahkan, hak keduanya sebagai pahlawan sudah diberikan pemerintah seperti tunjangan rutin tiap bulan, biaya kesehatan, pemeliharaan rumah, pemugaran makam dan hak lainnya.

Demikian disampaikan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie dalam rilis yang diterima redaksi, (Rabu,7/11).

Salim menjelaskan, jika kini pemerintah melalui Kementerian Sosial mengusulkan nama Soekarno Hatta dan disetujui Presiden penetapannya sebagai pahlawan nasional, maka status tersebut makin menegaskan gelar keduanya.

Menurutnya, sesuai Keppres 81 Tahun 1986 tentang Pahlawan dan Proklamator, status Soekarno Hatta sudah ditetapkan sebagai pahlawan. Keduanya sudah include menyandang pahlawan nasional.

Dan sejak 1987, pemerintah mulai memberikan hak keduanya untuk keluarga almarhum. Di antaranya  putera Soekarno, Bayu Soekarno Putra menerima tunjangan dari pemerintah.

"Kalaupun tahun ini kembali pemerintah memberikan keduanya gelar pahlawan dan diungkapkan sekarang selain karena ada usulan dari masyarakat, juga ada keinginan definitif dari MPR. Dan melihat Keppres pahlawan proklamator secara definitif ingin ditegaskan. Jadi penetapan ini bukan sesuatu yang baru dan bukan pula suatu proses", kata politisi PKS tersebut.

Ia menambahkan, sebelumnya Kemensos menerima 15 usulan nama calon pahlawan nasional. Dari 15 nama disaring menjadi tinggal 13 nama dan ditetapkan 9 nama calon pahlawan. Namun karena tahun ini pemerintah hanya menetapkan 2 nama saja, 9 nama calon pahlawan ini ditunda hingga ditetapkan secara final.

Adapun 9 nama calon pahlawan yang memenuhi syarat gelar pahlawan nasional di antaranya Kol.(Purn) Alex Evert Kawilarang (Sulut), Sultan Muhammad Salahuddin (Sultan Bima) dari NTB, I Gustu Ngurah Made Agung (Bali), Prof M Sardjito (Yogya), (Purn) Mohammad Mangoendiprojo (Jatim), Lambertus Nicodemus Palar (Sulut), Franciscus Xaverius Seda (NTT), Sultan Hmayatuddin Muhammad Saidi (Sulteng) dan Abdul Rahman Baswedan (Yogya). [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA