"Dalam menghadapi bencana reaksi kita (media) harus respon cepat," ujar wartawan harian Kompas, Ahmad Arief selaku panelis dalam diskusi bertajuk "Pers dan Mitigasi di Tengah Ancaman Pengulangan Bencana" di The Wisdom, Jakarta, Selasa (2/10).
Diskusi sendiri digelar Indonesia Media Watch (IMW). Selain Ahmad Arif, diskusi juga menghadirkan panelis lainnya, yakni Teguh Santosa, Pemred RMOL yang juga promotor Ekspedisi Rakyat Merdeka dan Yadi Hendriana, Wapemred GlobalTV.
Selain bertindak cepat, kata Arief yang merupakan Ketua Tim Ekspedisi Cincin Api, media mesti memberitakan bencana dengan akurat dan detail. Semestinya juga, bencana yang diberitakan adalah bencana setelah kejadian.
Arief membandingkan, media-media di Jepang tidak membritakan duka lara atau kesedihan korban bencana, namun mendorong agar para korban semangat untuk bangkit.
"Ini yang agak jarang di media kita," ujarnya.
Arief menjelaskan, semestinya pra bencana media sudah memberitakan dan mendorong masyarakat untuk siap siaga.
"Kalau sedang ada gempa harus fokus penyelamatan dan memberikan semangat," pungkasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: