Media Berperan Minimalisir Korban Bencana

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 02 Oktober 2012, 19:07 WIB
Media Berperan Minimalisir Korban Bencana
ilustrasi
rmol news logo . Secara geografis Indonesia sangat rawan terhadap bencana alam seperti tsunami, gempa, banjir, longsor, letusan gunung merapi dan lain-lainnya. Untuk itu peran media sangat dibutuhkan dalam meminalisir, terutama jatuhnya korban akibat bencana yang ada.

"Dalam menghadapi bencana reaksi kita (media) harus respon cepat," ujar wartawan harian Kompas, Ahmad Arief selaku panelis dalam diskusi bertajuk "Pers dan Mitigasi di Tengah Ancaman Pengulangan Bencana" di The Wisdom, Jakarta, Selasa (2/10).

Diskusi sendiri digelar Indonesia Media Watch (IMW). Selain Ahmad Arif, diskusi juga menghadirkan panelis lainnya, yakni Teguh Santosa, Pemred RMOL yang juga promotor Ekspedisi Rakyat Merdeka dan Yadi Hendriana, Wapemred GlobalTV.

Selain bertindak cepat, kata Arief yang merupakan Ketua Tim Ekspedisi Cincin Api, media mesti memberitakan bencana dengan akurat dan detail. Semestinya juga, bencana yang diberitakan adalah bencana setelah kejadian.

Arief membandingkan, media-media di Jepang tidak membritakan duka lara atau kesedihan korban bencana, namun mendorong agar para korban semangat untuk bangkit.

"Ini yang agak jarang di media kita," ujarnya.

Arief menjelaskan, semestinya pra bencana media sudah memberitakan dan mendorong masyarakat untuk siap siaga.

"Kalau sedang ada gempa harus fokus penyelamatan dan memberikan semangat," pungkasnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA