Zulkifli Hasan: Semua Penebang Pohon Itu Lawan Kita

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 26 September 2012, 13:12 WIB
Zulkifli Hasan: Semua Penebang Pohon Itu Lawan Kita
zulkifli hasan
rmol news logo Pelaksanaan Inpres 10/2011 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola pada Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut di hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi, dan area penggunaan lainnya sudah dirasakan rakyat manfaatnya.

Namun tidak bisa dimungkiri moratorium tersebut ditantang banyak pihak.

"Bagaimana tidak, lawan kita banyak. Bayangkan semua yang penebang pohon (hutan) itu adalah lawan kita," ujar Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan dalam Seminar Nasional, "Tanah untuk Rakyat: Paradoks Pembangunan Berbasis Keadilan Akses Penguasaan Lahan", di Hotel Lee Meredien, Jakarta, Rabu, (26/9).

Kementerian Kehutanan mencatat, dalam kurun waktu 1980-1996, laju deforestasi hutan mencapai 2 juta hektar per tahun. Puncaknya, terjadi antara 1996-2003, angkanya melonjak tajam hingga 3,5 juta hektar per tahun. Hal ini disebabkan pembalakan liar, kebakaran hutan, dan juga pemekaran wilayah.

Baru pada 2003-2006 deforestasi mulai turun yakni menjadi 1,1 juta hektar per tahun. Kurun waktu 2006-2010 turun menjadi 800 ribu ha per tahun, sampai akhirnya 2010-2012 turun lagi menjadi 450 ribu ha per tahun.

"Tidak apa-apa. Biarkan saya dibenci banyak pihak. Namun saya dicintai rakyat. Saya tidak mau ketika kepemimpinan saya hutan-hutan banyak ditebang," pungkas Zilkifli yang juga politisi PAN ini.

Zulkifli menambahkan, diskusi "Tanah Untuk Rakyat: Paradoks Pembangunan Berbasis Keadilan Akses Penguasaan Lahan" hari ini adalah domainnya Badan Pertanahan Nasional. "BPN yang harus banyak bicara ini. UU Dasar Pokok-Pokok Agraria berbeda dengan UU Kehutanan. UU Kehutanan sudah diatur sebagai milik negara, sedangkan UU Agraria mengatur kepemilikan tanah," demikian Zulkifli.

Seminar yang digelar Kementerian Kehutanan, PT. Rajawali Nusantara Indonesia dan Lembaga Kajian Sabang-Merauke Circle (SMC) ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA