Ibu Yap Yun Hap, Ho Kim Ngo yang tinggal di Gang Manggis 17, No 19 Tanjung Duren, Jakarta Barat mengatakan, suaminya menyesalkan ketidakadilan di negeri ini, sebab sudah 13 tahun berlalu namun kasus yang menimpa anaknya tak juga diusut tuntas. Suaminya sendiri sudah meninggal dunia pada15 September 2012 lalu.
"Sebelum meninggal beliau hadir aksi di Istana. Sebelum meninggal meminta Presiden SBY memberi kepastian hukum. Bukalah mata dan telinga Pak Presiden, untuk membuka kasus anak kami, jangan sampai ada anak lain yang jadi korban," ungkap Ho Kim Ngo dengan mengeluarkan air mata di kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta (Minggu, 23/9).
Sementara adik Yap Yun Hap, Ling-Ling mengungkapkan bahwa nyawa kakaknya direnggut dengan paksa, dan tewas oleh peluru tanpa alasan.
"Kami sekeluarga kehilangan, ayah dan kakak saya adalah kebanggan kami. Kami minta keadilan negeri ini, tanpa memandang siapa kita," pungkasnya sambil menangis juga.
[ysa]
BERITA TERKAIT: