Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) tidak pernah lelah menindak oknum-oknum yang yang berlaku kasar dan memeras TKI di Terminal IV Bandara Soekarno-Hatta."Setiap laporan, kita tindaklanjuti dan puluhan kendaraan sudah diskors karena meminta ongkos tambahan pada TKI," ungkap Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (18/9).
Masih terkait pemerasan atau pelecehan yang dialami TKI itu, Jumhur juga menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan memecat atau mengganti pegawai yang terbukti lalai.
"Dan itu sudah berkali-kali kita lakukan. Namun karena memang tidak sedikit pelaku bisnis yang bermental preman kepada TKI, maka bisa saja satu atau dua kejadian terjadi lagi," demikian Jumhur.
Sebelumnya diberitakan, Komisi IX DPR berniat membongkar praktik kekerasan dan pemerasan terhadap TKI di Terminal IV Bandara Soekarno- Hatta (Soetta). Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, mengaku sudah lama pihaknya tak setuju dengan keberadaan Terminal IV TKI tersebut. Pasalnya dari sisi hak azazi manusia, keberadaan terminal itu justru membuat TKI terdiskriminasi dari warga biasa yang hendak berpergian melalui Bandara Soetta.
"Kalau soal permainan itu, itu juga aparat kok (yang bermain). Malah dengan terminal tertutup, makin enak mereka menzalimi TKI. Saya juga pernah ke sana dan melihat," aku Ribka di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, (Senin, 17/9).
Dia mengaku bahwa pihaknya sudah menerima banyak laporan terkait pemerasan dan kekerasan yang dialami TKI di terminal IV itu. Namun karena lemahnya otoritas DPR terkait eksekusi kebijakan, makanya hingga sekarang terminal IV TKI itu tetap ada. Masalah bahwa pemerasan TKI oleh aparat di Terminal IV itu diback-up oknum pemerintah. "Memang iya. Dari BNP2TKI juga ada. Benar itu. Dan saya sudah dari periode lalu teriak. Ada money changer, itu bisnis orang-orang itu," papar dia. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: