SAIL MOROTAI

Warga Morotai Tuntut Pembangunan yang Adil dan Merata

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 13 September 2012, 09:37 WIB
Warga Morotai Tuntut Pembangunan yang Adil dan Merata
ilustrasi/ist
rmol news logo . Dalam hal wisata, keindahan alam Morotai di Maluku Utara bersaing dengan sejarah yang dimiliki pulau ini.

Di Morotai, banyak peninggalan sisa-sisa Perang Dunia II.  Diantaranya puing-puing pesawat tempur, bangkai kapal perang dan rongsokan tank yang lokasinya menyebar di kedalaman laut Morotai.

"Pernah laut itu diselam warga, tapi tidak dibolehkan lagi oleh pemerintah," kata Khairiun di Pelabuhan Dabura, Morotai (Kamis, 12/9).

Khairun (59 tahun) adalah kelahiran Desa Cucumare kecamatan Morotai Selatan Barat, kabupaten Morotai.

Khairun menceritakan, warga Morotai hanya memiliki dua mata pencaharian, yaitu menjadi nelayan dan menjadi petani.

"Di daerah pantai menjadi nelayan, dan di daerah pegunungan bertani," ungkapnya.

Di Dabura sendiri, kata Khairun, sekarang sudah lumayan maju, karena sudah ada pelabuhan yang memadai serta sarana jalan dan beberapa kantor pemerintahan.

Ia pun berharap, kegiatan nasional Sail Morotai  yang akan digelar 14 September mendatang ini memberikan dampak bagi warga Morotai. Dia pun meminta pembangunan dilakukan secara merata dan berkeadilan, baik di kawasan kepulauan maupun di perkotaan.

"Lebih giat lagi pembangunan di Morotai. Jangan hanya di Jakarta," harapnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA