Pasalnya, acara ini direncanakan akan dihadiri para Menteri Kabinet Bersatu II dan akan dibuka langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri 496 pemuda bahari se Indonesia, dan undangan dari dalam dan luar negeri.
Cara event internasional ini juga akan diisi dengan kegiatan, seperti bhakti sosial, pengobatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dan beberapa bantuan.
"Kami sangat senang, apalagi Pak Presiden datang, kami bangga bukan main,
masya Allah," ujar Awat sambil menyapu air matanya saat berbincang dengan
Rakyat Merdeka Online sesat lalu di Pelabuhan Bobura, Morotai (Kamis, (12/9)
"Kami tidak disuruh mengikuti acara ini, hanya senang dan bangga saja," tambahnya dengan bangga.
Awat sudah berusia 65 tahun. Selama usianya, dia belum pernah melihat langsung Presiden RI.
"Pernah Megawati ke sini (Morotai) tapi saya tidak melihat," ungkapnya.
Awat sudah dua hari di Dobura, ia tinggal di rumah saudaranya di Dobura.
"Sekarang karena acara ini, Dobura ini sudah sesak, tidak hanya rumah, ada juga yang tinggal masjid-masjid," ungkapnya.
Awat perprofesi sebagai petani, ia dan keluarganya tinggal di darah pegunungan Morotai di Desa Usbar Dalam kec Waya Bula Kab Morotai. Dengan jarak tempuh 35 km ke pusat kota Morotai. Tidak dirinya saja, mungkin banyak warga lain dari berbagai darah di Maluku Utara dan sekitarnya datang ke Morotai untuk menyaksikan Sail.
"Tidak apa-apa kita tidak berkerja dulu, kita senang," tambahnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: