"Kita siap menyambut tamu dari dalam dan luar negeri," ujar Wakil Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani di sele-sela acara menyambut Satgas Bhakti SBJ dan Pemuda Bahari di Pelabuhan A. Yani Kota Ternate (Selasa, 11/9).
Jelas dia, kalaupun masih ada beberapa kekurangan namun masyarakat Maluku Utara secara keseluruhan sudah siap mensukseskan event bertarap internasional ini.
Sudah berapa siapkah persiapan disusun? Dengan mantap Abdul Ghani mengajak media mengecek langsung ke lapangan.
"Saya kira dinilai disana saja. Semua akan ke sana, disana akan dilihat sampai dimana bisa dilihat dan dinilai. Morotai adalah milik kita semua, kelebihan dan kekeurannya adalah milik kita semua," jawabnya diplomatis.
Sambung Ghani yang juga akan menjadi calon Gubernur Malut 2013 nanti, ada beberapa kendala di Morotai. Seperti, pulau Morotai akan kewalahan menampung kapal yang besar dan kapal yang diprediksi akan banyak.
"Dengan lokasi pulau payah menampung kapal. Itukan dulu camat yang dihipnotis menjadi kebupaten baru menjadi kota metropolitan. Selain itu akomodasi, penginapan atau hotel menjadi kesulitan juga, nanti kebanyakan akan tidur di kapal. Di Ternate mungkin bisa acara sail dilaksanakan," ujarnya.
Pulau Morotai adalah sebuah pulau sekaligus kabupaten definitif baru yang terletak di kepulauan Halmahera, Kepulauan Maluku, Indonesia. Sebagai bagian dari Provinsi Maluku Utara, ini merupakan salah satu pulau paling utara di Indonesia.
Kabupaten Pulau Morotai diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada tanggal 29 Oktober 2008, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara. Sementara, luas wilayah Pulau Morotai seluas 2.474,94 km2 atau 10 persen dari luas wilayah daratan Kabupaten Maluku Utara. Secara geografis Pulau Morotai terletak di antara 2.00 - 2.40 LU dan 128.15 - 128.48 BT. Pulau Morotai berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah Utara, Laut Halmahera di sebelah Timur, Selat Morotai di sebelah Selatan dan Laut Sulawesi di sebelah Barat.
[dem]
BERITA TERKAIT: