Ini Solusi Politikus Demokrat Tekan Angka Korban Arus Mudik-Balik Lebaran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 03 September 2012, 16:11 WIB
Ini Solusi Politikus Demokrat Tekan Angka Korban Arus Mudik-Balik Lebaran
ilustrasi/ist
rmol news logo . Pemerintah harus mulai mempertimbangkan pengaturan jadwal libur menjelang hari besar, seperti libur bersama Lebaran. Hal ini bisa akan menekan dan sangat efektif menurunkan angka korban meninggal dan kecelakaan arus mudik-balik Lebaran yang sekian tahun semakin meningkat.

"Kita melihat, upaya pemerintah dalam menekan kemacetan dan kecelakaan itu sudah masksimal dari tahun ke tahun, tapi kenapa jumlah kecelakaan semakin banyak. Kalau terjadi setiap tahun, maka harus ada evaluasi mendalam. Bahwa kesalahan itu bukan pada tindakan di lapangan saja," kata anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat, Sudewo, di sela-sela rapat kerja dengan Menteri Perhubungan di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 3/9).

Untuk itu, Sadewo mengusulkan pemerintah membuat hari libur dan hari masuk kerja yang beda agar arus mudik di jalan tidak membeludak.

"Misalnya PNS H-7 liburnya, berbeda dengan BUMN H-5 dan pihak swasta H-3, begitu juga masuk kerjanya. Jadi ada perbedaan, saya rasa tidak ada yang cemburu, sebab jumlah liburnya sama," tuturnya.

Lebih lanjut, katanya, masalah teknik Ia menyerahkannya kepada pemerintah. "Ide ini harus kita pertimbangkan, coba dilaksanakan tawaran ini. Saya rasa temen-teman akan menerima usulan ini," katanya.

Sebagaimana diketahui, jumlah korban meninggal tahun 2012 meningkat 16 persen, yaitu 908 korban jiwa. Sementara korban yang mengalami luka berat sekitar 1.505 orang dan korban yang mengalami luka ringan sekitar 5.139 orang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA