Tidak Ada Alasan untuk Tidak Mengusir Freeport dari Indonesia!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 02 September 2012, 15:00 WIB
Tidak Ada Alasan untuk Tidak Mengusir Freeport dari Indonesia<i>!</i>
ilustrasi/ist
rmol news logo . Perlawanan rakyat Indonesia dan rakyat Papua terhadap Freeport untuk menuntut keadilan telah berlangsung sangat panjang, dengan tanpa mengenal lelah.

Perlawanan hebat juga telah dilakukan kaum buruh tambang sejak 2006 hingga 2011 dengan menuntut keadilan. Namun semua tuntutan itu dipatahkan oleh arogansi Freeport yang disukung oleh aparat dan pemerintahan indonesia.

"Kita tidak tau berapa hasil tambang yang mereka bawa ke luar tiap tahun. Ini kerjasama yang tidak adil dan tidak menguntungkan indonesia. Ini merusak kedaulatan kita," kata Ketua Umum Relewan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu.

Pernyataan Masinton disampaikan dalam Dialog Pemuda dan Konfrensi Pers menanggapi Kedatangan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dengan tema "Nasionalisasi dan Usir Freeport, Usir Neokolonialisme dan Imperialisme" di Sekretariat DPN Repdem, Jalan Cikini I, Nomor 3B, Menteng, Jakarta Pusat (Minggu, 2/9).

Untuk itu, jelas dia, tidak ada alasan untuk mendiamkan Freeport di bumi ibu pertiwi. "Mengungusir Freeport sama dengan menghilangkan penindasan di negeri ini," tuturnya.

Karena itu, selain menolak kedatangan Hillary Clinton, Repdem juga mendesak agar Freeprt diusir dari Indonesia. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA