
Maraknya aksi teror terhadap masyarakat Solo, Jawa Tengah, tak bisa semuanya ditimpakan masalahnya kepada aparat kepolisian. Kepemimpinan di Solo, dalam hal ini Walikota Solo Joko Widodo, turut bertanggungjawab terkait hal tersebut.
"Itu memang tanggungjawab kepolisian, tapi kepemimpinan sipil yang tidak harmonis bisa juga menyebabkan gangguan keamanan," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR, Nasir Djamil kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 31/8).
Setidaknya dalam tiga pekan terakhir terjadi 3 kali penembakan kepada aparat keamanan di kota Solo, Jawa Tengah. Pertama terjadi di Pos Pam Lebaran di Gemblegan, kedua di Pos Pam Gladak, dan yang ketiga di Pos Polisi Singosaren. Penembakan terakhir terjadi Kamis malam (30/8), menewaskan Bripka Dwi Dana.
Saat berita ini diturunkan, prosesi pemakaman Bripka Dwi Dana tengah berlangsung.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: