Sukardi Rinakit Kritik Pemilihan Pemimpin Lewat Pilpres dan Pilkada

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/muhammad-q-rusydan-1'>MUHAMMAD Q RUSYDAN</a>
LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN
  • Rabu, 08 Agustus 2012, 16:29 WIB
Sukardi Rinakit Kritik Pemilihan Pemimpin Lewat Pilpres dan Pilkada
ilustrasi capres/ist
rmol news logo Ada tiga perubahan mendasar dalam peta politik nasional, saat ini. Perubahan pertama, tidak lagi ditemukan ideologi yang kuat dalam jiwa politisi kita.

"Semua sudah bergeser menjadi kapital, tidak ada lagi yang bicara ideologi, semua bicara kapital," kata Direktur Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit dalam diskusi di Jakarta Desain Centre, Slipi, hari ini (Rabu, 8/8).

Yang kedua, sambungnya, partai politik berubah menjadi figur. Parpol menjadi sentral. Masih kata Sukardi, yang ketiga adalah semakin maraknya pencitraan. Saat ini, propaganda politik telah berubah menjadi marketing politik atau pencitraan.

Selain itu, Sukardi pun mengkritik sistem demokrasi yang mencari pemimpin melalui mekanisme voting, seperti yang dilakukan selama ini dalam Pilpres dan Pilkada.

"Mencari pemimpin itu melalui musyawarah mufakat daripada mencari pemimpin melalui one man one vote," imbuhnya. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA