Ketua DPC GMNI Cabang Bandung, Ilham Wiratmaja mengatakan, sempat terjadi aksi saling pukul diantara peserta Rakornas yang dihadiri DPC-DPC GMNI seluruh Indonesia ini. Beberapa anggota meminta keputusan menolak konsep empat pilar kebangsaan yang sering disosialisasikan Ketua MPR Taufik Kiemas dan pimpinan MPR RI lainnya, dibatalkan. Padahal sebelumnya, keputusan tersebut sudah dibahas dan disepakati oleh Komisi Politik.
Dalam pembahasan di Komisi Politik, para aktivis GMNI menilai konsep empat pilar kebangsaan sebagai konsep yang a historis. Konsep empat pilar, kata Ilham, sudah keluar dari dasar negara Pancasila, dan justru mensejajarkan Pancasila dengan tiga pilar lainnya, yaitu Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam rapat di Komisi Politik juga mengemuka pandangan bahwa sosialisasi empat pilar yang dilakukan Ketua MPR RI Taufik Kiemas dan pimpinan MPR lainnya juga tidak benar. Harusnya, Pancasila hidup dalam kehidupan bernegara, bukan dilakukan sosialisasi seperti jaman Orde Baru.
"Setelah diplenokan akhirnya diketok, disepakati bahwa GMNI menolak usulan itu. Tapi ada beberapa kawan GMNI yang membatalkannya. Kemudian Komisi Politik dikumpulkan lagi dan membahas ulang," tutur Ilham kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Kamis, 19/7).
Namun, pembahasan di Komisi Politik berujung deadlock. Saat pembahasan ulang inilah, terjadi keributan di luar. Aksi saling pukul pun tak bisa dihindari. Salah satu korbannya, Ketua DPC GMNI Cianjur, Bili. Ia mengalami luka pukul.
"Kericuhan tak berlangsung lama, Polisi langsung menengahi," tandas Ilham.
Rakornas GMNI sendiri dilakukan di Palembang dan dihadiri DPC-DPC GMNI. Rakornas diselenggarakan sejak 16 Juli hingga hari ini. Sementara kericuhan terjadi saat rapat masing-masing komisi dilakukan hari ini. Saat dikonfirmasi, Ilham sendiri mengaku sedang dalam perjalanan pulang.
[dem]
BERITA TERKAIT: