Kecewa kepada Fauzi Bowo, Warga Kampung Apung Berharap pada Alex Noerdin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 07 Juli 2012, 23:57 WIB
Kecewa kepada Fauzi Bowo, Warga Kampung Apung Berharap pada Alex Noerdin
alex noerdin (kanan)/ist
Kecil Besar
rmol news logo Sejak terendam banjir 22 tahun yang lalu, Kampung Apung masih saja diabaikan Gubernur Fauzi Bowo. Janji-janji 5 tahun yang lalu seolah menjadi angin lalu. Pejabat pemerintah Jakarta juga menjanjikan solusi yang tidak pernah dilaksanakan.

"Pemerintah tahun 2011 menjanjikan akan ada perbaikan. Katanya ada anggaran biaya tambahan sampai Rp 14,7 miliar. Kita ingin dibuatkan rumah pompa, tapi pelaksanaannya tidak berpihak pada kita. Kasudin Pengairan punya kepentingan lain, rumah pompa itu ditaruh sekitar satu kilo dari sini dan saluran airnya tidak dibuatkan," jelas Ketua RW kampung Apung Jufri (54) kemarin.

Kampung Apung merupakan sebutan terhadap pemukiman padat penduduk di wilayah Kapuk Cengkareng yang kerap banjir saat hujan deras mengguyur Jakarta. Beberapa rumah tampak terendam banjir lantai dasarnya sehingga praktis hanya bisa menggunakan lantai dua rumah itu. Beberapa rumah lagi bahkan hanya terlihat atap atau pagar rumahnya. Genangan itu akhirnya digunakan Masyarakat sebagai kolam pemeliharaan ikan lele.

"Dulu anak-anak sering sakit, karena mereka makan berebut dengan lalat dari tumpukan sampah yang tertimbun sampai di tempat ini. Akhirnya sampah kita angkat dan kita membuat kolam ikan, agar masyarakat tidak membuang sampah ke air," bebernya.

Ketidakberesan Pemerintah DKI dalam penanganan masalah Kampung Apung, pernah diprotes keras masyarakat. Namun pemerintah malah memberikan sogokan yang ditolak mentah-mentah oleh tokoh masyarakat sekaligus ketua RW 01 Kampung Apung.

"Ketika kita protes keras, saya malah akan diberi uang 20 juta agar diam. Saya tolak," tegas Jufri.

Ketidakpedulian pemerintah tidak menjadi kendala bagi Jufri. Dia dengan inisiatif, menggalang dana dari swasta dan dana CSR perusahaan. Kegiatan berupa pendidikan buat anak-anak yang tidak sekolah. Dia pun mendapat dukungan dari Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang datang mengunjunginya.

"Semua kegiatan dari donatur swasta dan CSR Perusahaan. Kemudian saya ketemu Alex Noerdin dan sampaikan keluhan saya yang 22 tahun tenggelam, rupanya Pak Alex simpatik dan bilang sama saya, ‘Saya marah melihat kondisi Kampung Apung yang sebenarnya ada anggaran untuk menyelesaikan masalah ini.’ Saya dengan Pak Alex tidak minta apa-apa, paling tidak nanti kalau jadi gubernur, kampung ini menjadi catatan bagi Pak Alex," tutur Jufri.

Jufri optimis pertemuannya dengan Alex Noerdin beberapa hari yang lalu. Melihat program kerja yang menjadi visi-misinya, masyarakat kampung Apung percaya dan memang Alex Noerdin telah terbukti melakukan kerja untuk masyarakat di Sumatera Selatan.

Kampung ini dulunya adalah dataran tinggi dan asri, seperti Pondok Indah. seiring perkembangan kota Jakarta, di belakang kampung ini ada resapan air ratusan hektar, sejak tahun 1988 sawah-sawah diuruk, berubah fungsi jadi industri, sehingga kampung Apung tenggelam, banjir tidak pernah surut.

"Di depan kampung ini ada areal pemakaman, di atas pemakaman sampai 2 meter. Masyarakat sudah kehilangan harta benda, tapi nyawa anak-anak juga hilang karena kecebur di kubangan itu," ungkapnya.

Harapan masyarakat melalui Alex Noerdin diutarakan Ketua RW Jufri, menjadi pengobat luka dan perih yang selama ini membelit mereka. Janji-janji yang tidak ditepati dan program yang tidak dilaksanakan hanya menjadi omong kosong.

"Pemerintah harus bertanggung jawab. Apapun alasanya, mestinya tidak ada kampung di Jakarta seperti ini. Dan saya berharap kemenangan Alex Noerdin adalah kemenangan masyarakat, " demikian Jufri. [zul]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA