"Pemerintah justru harus lebih melakukan langkah-langkah strategis guna mengamankan ARAM II nantinya," kata anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 6/7).
Menurut Romy, begitu ia disapa, pemerintah harus mengatisipasi makin meluasnya kekeringan yang sudah mencapai ribuan hektar sawah di beberapa tempat seperti Pidie (Aceh), Kuningan, Sukabumi (Jabar), Rembang, Blora, Banjarnegara, Kebumen, Semarang (Jateng), Bojonegoro, Madiun, Tuban (Jatim), Jembrana (Bali) dan lain-lain. Berdasar data klimatologi BMKG, 82 persen daerah di Indonesia telah memasuki musim kemarau, yaitu hampir seluruh Jawa, Bali, NTT, sebagian besar Aceh, sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan bagian Selatan dan Utara, bagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan sebagian Papua. Dan musim kemarau ini diperkirakan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang.
Langkah kedua yang harus dilakukan pemerintah, masih kata Romy, adalah melakukan tanam serentak dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana seperti traktor kepada petani pada bulan Agustus untuk mempersiapkan musim tanam Oktober-Maret yang memberikan kontribusi 60 persen dari produksi nasional serta meningkatkan infrastruktur jaringan irigasi sawah.
Terakhir, lanjut Romy, adalah mencegah bertambahnya Puso akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan mempersenjatai brigade proteksi dengan pestisida hama-hama utama yang mulai muncul di berbagai tempat seperti tikus di daerah Purbalingga dan Cilacap, gulma di Sidoarjo, serta hama penggerek di Banyumas dan Karawang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: