PRODUKSI PADI NASIONAL

Pemerintah Diingatkan Tak Terbuai Angka Ramalan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 06 Juli 2012, 10:16 WIB
Pemerintah Diingatkan Tak Terbuai Angka Ramalan
romy/ist
RMOL. Peningkatan produksi padi nasional pada angka ramalan (ARAM) I tahun 2012 dari 65,76 juta ton gabah kering giling pada 2011 menjadi 68,59 juta ton tahun ini, atau naik sebesar 4,31 persen, jangan sampai membuat pemerintah terlena.

"Pemerintah justru harus lebih melakukan langkah-langkah strategis guna mengamankan ARAM II nantinya," kata anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP),  Romahurmuziy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 6/7).

Menurut Romy, begitu ia disapa, pemerintah harus mengatisipasi makin meluasnya kekeringan yang sudah mencapai ribuan hektar sawah di beberapa tempat seperti Pidie (Aceh), Kuningan, Sukabumi (Jabar), Rembang, Blora, Banjarnegara, Kebumen, Semarang (Jateng), Bojonegoro, Madiun, Tuban (Jatim), Jembrana (Bali) dan lain-lain. Berdasar data klimatologi BMKG, 82 persen daerah di Indonesia telah memasuki musim kemarau, yaitu hampir seluruh Jawa, Bali, NTT, sebagian besar Aceh, sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan bagian Selatan dan Utara, bagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan sebagian Papua. Dan musim kemarau ini diperkirakan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang.

Langkah kedua yang harus dilakukan pemerintah, masih kata Romy, adalah melakukan tanam serentak dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana  seperti traktor kepada petani pada bulan Agustus untuk mempersiapkan musim tanam Oktober-Maret yang memberikan kontribusi 60 persen dari produksi nasional serta meningkatkan infrastruktur jaringan irigasi sawah.

Terakhir, lanjut Romy,  adalah mencegah bertambahnya Puso akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan mempersenjatai brigade proteksi dengan pestisida hama-hama utama yang mulai muncul di berbagai tempat seperti tikus di daerah Purbalingga dan Cilacap, gulma di Sidoarjo, serta hama penggerek di Banyumas dan Karawang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA