"Bagi saudara yang lupa pada saya, nama saya tetap SBY. Benar, saya adalah salah satu penggagas dan pendiri PD. Saya yang meletakkan pondasi partai: cerdas, bersih dan santun. Meski PD diserang dan dihujat, meskipun popularitas turun, meski sebagian kecil kader terlibat korupsi, saya tetap kader, saya cinta Demokrat," ucap SBY kepada para pendiri dan deklarator Partai Demokrat di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu malam (13/6).
Ditambahkan, apa yang dialami Demokrat saat ini tak lain sebagai ujian. Setelah lulus ujian, yakin SBY, Demokrat akan kembali memenangi pertarungan.
"Meskipun kehidupan politik gonjang-ganjing dan kompleks, berbuat baik pun banyak tantangannya, tapi garis politik cerdas, sopan dan santun, adalah garis politik kita. Dan itu saya jalankan selama 8 tahun di pemerintahan," ucap SBY.
Dalam kesempatan ini SBY tak menyebut nama seperti Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh atau kader Demokrat lainnya yang tengah ramai diberitakan terlibat korupsi. Namun SBY sempat menyentil terkait nama-nama tersebut dengan menegaskan bahwa siapapun yang telah melanggar fatsun politik partai, maka sudah semestinya tahu diri dan hengkang dari partai.
"Kalau kader tidak sanggup dan akan memalukan di kemudian hari, silakan mundur dan ke luar dari partai ini," geram SBY.
[dem]
BERITA TERKAIT: