Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Tapi dipastikan, partai besutan Prabowo Subianto ini tidak akan menginstruksikan kadernya untuk menggelar demonstrasi.
"Tidak. Kita protes tapi dengan cara yang sejuk. Jangan ganggu roda ekonomi. Jangan ganggu orang yang bekerja, jangan ganggu orang lewat di jalan," jelas Ketua Umum DPP Gerindra Suhardi kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 27/3).
Tapi, bila masyarakat tetap menggelar demo dengan turun ke jalan, Gerindra tak bisa menghalangi. Namun, diingatkan, jangan sampai merusakan infrastruktur dan tetap menjaga ketertiban.
"Tidak boleh anarkis. Jangan maju selangkah mundur dua langkah. (Semua harus) tertib. Karena semua materi adalah milik bangsa," terang gurubesar Universitas Gajah Mada ini.
Apa maksud jangan maju selangkah mundur dua langkah?
"Kalau kita merusak infrastruktur karena anarkis, maka pemerintah dan rakyat berikutnya akan harus membangun dulu yang rusak baru mulai membangun. Jadi modal besar kita hilang dan kita sangat berat membangunnya kembali. Modal yang dapat hilang itulah yang harus kita jaga bersama," jawabnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: