Itulah antara lain hasil penelitian lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang salah satunya dipaparkan peneliti Sunny Tanuwidjaja di Jakarta Post Building, Palmerah, Jakarta, Senin (13/2).
Bahkan, seperti dipaparkan Sunny, bagi parpol yang kritis pada pemerintah seperti PDIP, Golkar dan PKS, posisi mereka tidak begitu menguntungkan. Strategi menyerang dan mengeritik pemerintah tidak ampuh untuk menarik simpati masyarakat.
"Malah pendukung partai yang kritis itu juga ikut lari. Sekarang intinya adalah masyarakat butuh pada partai yang bekerja, bukan partai yang mengkritik," kata Sunny Tanuwidjaja.
Menurut dia, Pemilu legislatif 2014 berpotensi sangat kompetitif. Tapi bukan karena partai-partai politik berkualitas baik, melainkan karena tidak ada partai yang menonjol.
"Jumlah Golput berpotensi meningkat, melihat tren tiga pemilu yang lalu, dan semakin rendahnya kepercayaan publik terhadap partai," ujarnya.
Ditambahkan Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Philips Vermonte, penyelenggaraan Pemilu 2014 harus lebih baik dari 2009.
"Hal itu untuk menghindari delegitimasi Pemilu dan instabilitas sosial-politik," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: