Redaktur Senior Rakyat Merdeka Online, Ahmad Supardi Adiwijaya, akan dimakamkan di Zaandam, Negeri Belanda, kota yang didiaminya sejak 1990.
Pak Pardi, demikian ia biasa disapa para kerabat dan kenalannnya, meninggal dunia hari Jumat lalu (10/2) dalam usia 71 tahun. Selama sepekan sebelum menghembuskan nafas terakhir, suami Tatiana Supardi Bogdanova dan ayah dari Iman, Agustina, Saleh dan Hani terbaring dalam keadaan koma akibat serangan jantung.
Menurut putri sulung Pak Pardi, Agustina Supardi, pihak keluarga masih mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk pemakaman. Dia juga mengatakan bahwa ayahnya akan dimakamkan di Belanda. Selain karena memang hal itu adalah wasiat sang ayah, Agustina juga mengatakan, ibunya pasti tidak mengizinkan ayahnya dimakamkan jauh dari keluarga, dalam hal ini istri dan akan-anaknya.
"Ayah minta dimakamkan di Belanda, dekat dengan ibu dan anak-anaknya," ujar Agustina, seperti dikutip jurnalis senior Rakyat Merdeka Group, Kartika Sari, yang menghubunginya.
Sebelumnya beredar informasi yang disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Roy Suryo, yang kebetulan sedang berada di Belanda. Menurut Roy, jenazah Pak Pardi akan dikirim ke Indonesia untuk dimakamkan pekan depan. Roy juga mengatakan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia sangat serius dalam proses pemulangan jenazah Pak Pardi.
Pak Pardi meninggalkan Indonesia pada tahun 1962 untuk menuntut ilmu di Rusia. Menyusul huru-hara 1965, kehilangan hak dan statusnya sebagai warga negara Indonesia. Pada tahun 1990, Supardi dan keluarga pindah ke Belanda. Di negeri inilah ia mendapatkan suaka dan diterima sebagai warga Belanda (citizenship). Pada 1994 untuk pertama kali ia kembali ke Indonesia. Lalu, 13 tahun kemudian, ia kembali mengantongi paspor Garuda. [ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: