Sebagaimana diberitakan
Haaretz (Minggu, 12/2), Dokumen tersebut bocor setelah mendapat serangan dari kelompok peretas Anonymous yang meretas
e-mail kantor kepresidenan Suriah.
Disebutkan dalam dokumen tersebut Iran telah memberikan bantuan finansial kepada Suriah lebih dari 1 Miliar dolar AS. Dana sebesar itu sedianya akan digunakan untuk engatasi embargo minyak terhadap Suriah termasuk pembatasan penerbangan dan sanksi terhadap bank sentral.
Ini adalah respon Iran atas sejumlah sanksi keras yang diberlakukan oleh AS, Barat dan Liga Arab kepada Suriah karena pemerintah Suriah dianggap telah melakukan tindak kekerasan terhadap warga sipil. Uni Eropa dan AS memberlakukan embargo minyak terhadap Suriah, sedangkan sebagian besar Liga Arab memutuskan hubungan dengan Bank Sentral Suriah dan juga menghentikan penerbangan komersil dari negara-negara mereka ke Suriah.
Dalam dokumen itu pula disebutkan bahwa pada 8 Desember 2011, Presiden Assad mengirim delegasi dan tokoh senior untuk melakukan pertemuan khusus dengan 10 delegasi Iran yang waktu itu sedang berkunjung ke Suriah. Delegasi itu bertemu dengan Perdana Menteri Suriah Adel Safar, kepala bank sentral Suriah, dan para menteri keuangan, perdagangan dan minyak.
Dalam pertemuan itu delegasi Iran mengumumkan bahwa Iran mengalokasikan dana untuk membantu Suriah melalui transaksi perdagangan terhadap kebutuhan sehari-hari.
Krisis yang terjadi sejak Maret 2011 memang telah menyebabkan Suriah mengalami krisis finansial. Pasalnya, Suriah membutuhkan dana untuk membayar angkatan bersenjata yang bertugas menghalau para pemberontak. Selain itu Suriah juga membutuhkan dana untuk membayar puluhan ribu pejabat pemerintah.
Meski demikian, belum ada konfirmasi dari pejabat Iran maupun Suriah terkait bocornya dokumen ini.
[ysa]
BERITA TERKAIT: