"Tidak mungkin ada orang yang beli bank sedang bermasalah," kata Pramono Anung kepada wartawan, di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Kamis (9/2)
Dugaan kuatnya, pihak yang melirik Bank Mutiara mempunyai kepentingan ekonomi dan politik.
"Kalau orang awam, atau sekadar saudagar tidak mungkin," jelas Pram.
Dia menilai belum saatnya Bank Mutiara dijual karena masih bermasalah. Kalaupun mau dijual, dia meminta pemerintah dan pihak Bank Mutiara tetap berhati-hati kepada siapa bank dijual.
Yawadwipa Companies sendiri dikabarkan sudah resmi mengirim surat penawaran kepada PT Danareksa Sekuritas, agen penjual Bank Mutiara.
Bank Century (sebelum berganti nama jadi Bank Mutiara) adalah bank bermasalah yang diberi dana talangan. Para petinggi dan pemilik Bank itu sebagian telah dipenjarakan dan sebagian lagi menghilang. Proses penyelamatan bank itu dicap penuh siasat. Tapi pemerintah bersikeras jika bank itu ditutup, maka akibatnya akan sistemik.
Yawadwipa memasang harga US$ 750 juta. Atau sekitar Rp 6,75 triliun untuk membeli Bank Mutiara. Jumlah yang sama dengan dana penyelamatan pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan pada 2008.
[ald]