Hasil ini disampaikan langsung oleh Komisi Pemilihan Umum Mesir pada hari Sabtu waktu setempat (21/1).
FJP atau Partai Kebebasan dan Keadilan telah memenangkan pemilu parlemen pertama Mesir pasca penggulingan Husni Mubarok ini dengan mengantongi 235 kursi atau 47 persen dari total suara. Sedangkan partai yang juga fundamentalis seperti Ikhwanul Muslimin, Partai al Nur menduduki peringkat kedua dengan perolehan 121 kursi atau 24 persen dari total suara.
Partai al Wafd yang berisi para pemuda yang memimpin aksi protes anti Husni Mubarok justru berada di tempat ketiga dengan hanya mengantongi 7 persen suara atau 38 kursi.
Seorang pejabat FJP yang terkemuka di kalangan Ikhwanul Muslimin mengatakan bahwa FJP akan menuntaskan revolusi Mesir dengan membuat konstitusi baru.
"Prioritasnya adalah memenuhi tuntutan revolusi, termasuk hak-hak mereka yang terluka dan tewas dalam pemberontakan, "katanya sebagaimana dilansir
Al Jazeera (Minggu, 22/1).
Sementara itu, pemilihan presiden dijadwalkan akan berlangsung pada Juni mendatang. Dominasi Partai Islam fundamentalis di parlemen ini kemungkinan besar akan menimbulkan dampak yang cukup besar terhadap proses demokrasi di negara tersebut.
[ysa]
BERITA TERKAIT: