Hal itu dikatakan Koordinator Unit Kerja PDI Perjuangan di negeri Belanda, Burhan Azis, kepada koresponden
Rakyat Merdeka Online di Belanda, kemarin (Senin, 2/1). Burhan menyebut fungsionaris Departemen Hukum dan HAM Partai Demokrat, Oka Wijaya, mencoba mengalihkan kasus-kasus pelanggaran HAM di zaman SBY kepada apa yang disebutnya salah penanganan di zaman pemerintahan Megawati Soekarnoputri.
Saat diwawancara Sabtu lalu, (31/12) Oka mengatakan bahwa konflik agraria lahan di Mesuji (Sumatera Selatan dan Lampung) sudah ada jauh sebelum SBY jadi Presiden. Terutama sekali, banyak salah penanganan di zaman Presiden Megawati. Menteri Kehutanan Nur Mahmudi Ismail waktu itu mengeluarkan SK yang berisi tentang perdamaian dengan perusahaan sawit. Sementara sebelumnya sudah ada SK yang sudah dikeluarkan di zaman Presiden Gus Dur.
Nah, menurut Burhan Azis, yang dipersoalkan rakyat bukan karena kasus tersebut sudah ada sejak masa pemerintahan sebelumnya. Melainkan, cara penyelesaian konflik dengan tindak kekerasan yang dilakukan aparat keamanan. Tentu saja tindak kekerasan tersebut sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah SBY dan tidak masuk akal bila dilemparkan kepada pemerintahan sebelumnya.
"Pemerintah Megawati mengeluarkan SK yang berisi perdamaian antara petani dengan perusahaan. Ini berarti, pemerintah ketika itu mencari solusi dengan musyawarah dan mufakat sesuai dengan Pancasila, sehingga terjadilah perdamaian antara kedua belah pihak yang bersengketa," tutur Burhan.
Sedangkan aparat keamanan pemerintahan SBY, lanjutnya, malah menembaki petani di Mesuji sehingga tidak sedikit jatuh korban di pihak petani. Dalam pendapatnya, itulah cara penyelesaian konflik yang lazim digunakan oleh kaum fasis.
"Mengapa yang diambil jalan kekerasan, bahkan kekerasan senjata dalam menghadapi petani bangsa sendiri?" gugat Burhan.
Dia pun bertanya kepada para pembela SBY. Manakah cara penyelesaian konflik yang manusiawi sesuai dengan Pancasila: bermusyawarah mencari perdamaian yang dilakukan pemerintah Megawati, ataukah menggunakan kekerasan ala fasisme mengerahkan aparat keamanan menembaki para petani bangsa sendiri?
"Pantas saja rakyat tidak mempercayai pemerintah SBY sekarang ini, karena adanya orang-orang yang membela tindak kekerasan terhadap bangsa sendiri," tandas Burhan.
[ald]
BERITA TERKAIT: