Polisi berkumpul di dekat rumah politisi berusia 79 tahun itu. Sehingga inaugurasi Tshisekedi hanya dihadiri oleh kalangan terbatas. Polisi mencegah ia dan para pendukungnya bertemu di tempat publik yang terbuka. Aparat menembakkan gas air mata kepada para pendukung Tshiekedi yang mencoba masuk ke stadion Syuhada Kinshasa.
Kubu Kabila menilai upacara itu tidak sah secara hukum.
"Tshisekedi sedang meluapkan rasa frustrasi karena kekalahannya.
Tindakan ini sangat disesalkan," kata Jurubicara Pemerintah, Lambert Mende seperti yang dilansir
Guardian (Sabtu, 24/12).
Senada dengan Mende, Duta besar Kongo untuk London Kikaya Bin
Karubi mengatakan perbuatan Thisekedi menggangu ketenangan di Kongo dan tidak dapat ditolerir lagi. Bahkan, ia menyebut Tshisekedi sebagai orang yang berpikir bahwa mimpinya adalah nyata.
"Siapapun yang membuat politik pantomim dan menyatakan dirinya sebagai presiden secara tidak sah, harus berhadapan dengan hukum," cetus Kikaya.
Sementara itu, para pendukungnya menganggap, setelah pelantikan ini, Tshisekedi telah resmi sebagai presiden Kongo.
"Bagi kami, Tshisekedi telah resmi dilantik. Saya yakin, ia akan segera mengkomunikasikan bagaimana lembaga-lembaga negara akan bekerja dan bagaimana negara tersebut akan dijalankan," kata Juru Bicara partai, Remy Masamba.
[dem]
BERITA TERKAIT: