Badan penyelenggara negara, Dewan Negara, secara resmi mengumumkan bahwa pembebasan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Menurut Dewan Negara, kebijakan ini diambil setelah menerima banyak permintaan dari keluarga dan institusi agama. Sebagian besar tahanan yang akan dibebaskan adalah tahanan yang dalam kondisi sakit berat, perempuan dan para lanjut usia.
''Semuanya telah menyelesaikan bagian penting dari masa tahanan mereka dan menunjukkan perilaku yang baik,'' demikian pernyataan resmi pemerintah dikutip
BBC (Sabtu, 24/12).
Dewan Negara menyebutkan bahwa pihaknya juga akan membebaskan tahanan yang terlibat dalam kejahatan atas keamanan negara. Selain itu, terdapat pula 86 tahanan asing dari 25 negara yang akan dibebaskan.
Disisi lain, Presiden Cuba Raul Castro menyatakan bahwa rencana Paus Benediktus XVI ke Kuba juga menjadi salah satu alasan pemberian amnesti tersebut.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: