"Saya ingin menegaskan kembali kepada masyarakat dan media ya. Jangan ada keragu-raguan. Yang saya takutkan, justru masyarakat menilai ibu itu akan mengumpet dibalik sakitnya itu. Itu tolong digaris bawahi ya," tegasnya.
Dia memastikan, kemarin itu memang muncul gejala stroke yang diidap istrinya. Pasalnya, saat mau masuk gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, Nunun jatuh tersungkur karena didorong-dorong.
"Akhirnya stroke lamanya muncul kembali. Sehingga diperiksa oleh dokter KPK jangan salah loh. Ternyata tekanan darahya sampai 200/ 110. Lalu dibawalah ke MMC. Setelah diperiksa di MMC, dokter melihat ada gejala stroke muncul. Lalu dirujuklah oleh dokter ke RS Keramat Jati," jelas Adang.
"Jangan masyarakat menuduh bawah Pak Adang bekas polisi, ibu mau mengumpet lagi. Ibu, saya dan anak-anak sudah siap menghadapi proses penyidikan di KPK," sambung mantan Wakapolri itu.
Tapi dia mengingatkan agar dalam pemeriksaan terhadap istrinya, KPK mengikuti anjuran dokter pribadi Nunun, dr. Anderas Harry. "Kan dokter Andreas sudah pernah minta tolong. Tolong kalau mau memeriksa ibu tolong ditempat sepi. Ya penting dapat pengamanan dan jangan mengakbatkan ibu seperti kemarin," tandasnya.
[zul]