Menurut pengamat ekonomi-politik Ichsanuddin Noorsy, kepada
Rakyat Merdeka Online, Minggu malam (4/12), ada tiga indikasi dari terpilihnya Abraham Samad menjadi Ketua KPK. Pertama, Komisi III DPR menolak pemeringkatan oleh Panitia Seleksi Capim KPK dan hasil
fit and propertest menunjukkan bahwa keputusan Komisi III tidak terpengaruh oleh arahan Pansel.
"Kedua, Komisi III juga tidak puas dengan kinerja penegak hukum dalam hubungannya dengan penyelesaian kasus Bank Century sehingga Yunus Husein tidak terpilih bahkan tidak memperoleh satu suara pun," kata Noorsy.
Ketiga, lanjut Noorsy, Komisi III berharap ada Pimpinan KPK yang bernyali, dan bukan hanya mampu memegang amanah, cerdas dan tegas serta jujur dalam mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia.
"Respon media bahkan mengindikasikan bahwa masyarakat muak dengan pemberantasan korupsi yang tebang pilih dan sekadar wacana," demikian Noorsy.
[ysa]
BERITA TERKAIT: