Gerindra: Demokrasi Prosedural Demokrasi yang Mahal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 25 November 2011, 14:09 WIB
Gerindra: Demokrasi Prosedural Demokrasi yang Mahal
ilustrasi
RMOL. Kelompok tua akan lebih dominan dalam pertarungan Pilpres pada tahun 2014 karena lebih dikenal masyarakat dan mempunyai jaringan yang lebih luas.

"Mudah-mudahan kita (politisi muda) mendapat dukungan rakyat di masa yang akan datang. Momentum itu ada, tapi politik itu tidak bisa instan," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di gedung DPD RI siang ini (25/11)

Menurut dia kelemahan kelompok muda ada pada masalah waktu. Politisi muda belakangan membangun jaringan, sementara yang lebih senior sudah banyak menanam. Selain punya jaringan yang kuat, Fadli Zon juga mengakui bahwa perpolitikan masih ditunggangi kaum mapan karena biaya yang mahal.
 
"Di konstitusi disebut capres atau wapres dicalonkan partai politik. Realitas hari ini, belum ada uang untuk kelompok orang muda, masih didominasi mereka yang lebih senior dan jauh lebih mapan, karena demokrasi prosedural ini adalah demokrasi yang mahal," ucapnya.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA