"Pada Juli 2008, yang memilih kaum muda mencapai 45 persen, yang tua 25 persen, sisanya tidak tahu. Menariknya ketika 2009, Capres mudanya tidak muncul," kata peneliti politik dari lembaga survei Indobarometer, M Qodari, dalam Talk Show DPD RI bertajuk
"Jelang Pemilu 2014, Pertarungan Tua Muda?" di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11).
Menurut Qodari, pada hari ini pun kalau dilakukan survei dengan topik sama, maka harapan publik tidak akan jauh berbeda. Namun sebaiknya publik realistis bahwa untuk tokoh muda di bawah usai 40 tahun, akan masih sulit bertarung di panggung nasional.
"Yang realistis tokoh muda jangan dibatasi 40 tahun. Kalau saya, kaum muda itu 50 tahun ke bawah," katanya.
Dia masih ragu pada 2014 tokoh-tokoh muda muncul. Yang ada adalah kemunculan para pimpinan parpol yang usianya di kisaran 40-50 tahun.
"Seperti Muhaimin Iskandar, Anas Urbaningrum, Luthfi Hassan Ishaq, Sri Mulyani. Tapi hingga hari ini mereka belum muncul sebagai calon presiden," sebutnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: