Belakangan, rakyat sadar, Louis XVI ternyata tidak cakap dalam mengendalikan pemerintahan dan mengurus negara. Rakyat semakin benci karena Louis XVI juga mempunyai istri yang hedonis, Marie Antoinette. Putri bangsawan dari Austria ini suka berbelanja, bersenang-senang dan berfoya-foya.
Rakyat pun tak tahan dengan kepemimpinan Louis XVI dan juga muak dengan sikap hedonis Marie. Mereka protes.
"Kami bahkan tidak bisa membeli roti," begitulah protes rakyat kecil pada waktu itu.
Konon, menanggapi hal ini, Marie Antoinette dengan entengnya berkata, "Kalau begitu, belilah kue (yang lebih murah dari roti)."
Akhirnya rakyat bersatu dan bergerak menurunkan pemerintahan Louis XVI pada masa Revolusi Perancis. Pada revolusi 10 Agustus, Louis XVI dihentikan dan ditangkap. Tak sampai di situ, pada 21 Januari 1793 Louis XVI dihukum dengan pisau
guillotine dengan tuduhan mengkhianati negara. Begitu juga Marie, pada16 Oktober 1793 dia pun menyusul Loius XVI dan mati di ujung pisau
guillotine.
"Kisah di atas membuka mata kita terhadap perilaku elite politik, khususnya perilaku hedonis dan gemar bermewah-mewah yang ditunjukkan oleh keluarga Cikeas," kata Koordinator Petisi 28, Haris Rusly (HR), menanggapi pernikahan super megah antara Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Aliya Rajasa, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 22/11).
Haris mengakui, jodoh itu hak dan ketetapan Allah. Haris juga tidak mempersoalkan siapa menikah dengan siapa atau siapa mencintai siapa. Apalagi setiap pernikahan merupakan salah satu ibadah.
Namun, lanjut Haris, sebagai pejabat negara, keluarga SBY dan Hatta Rajasa berkewajiban memberi contoh dalam mengedepankan hidup sederhana. Bukan memamerkan pernikahan megah di tengah penderitaan dan kemiskinan rakyat yang menganga.
"Pernikahan Pangeran Cikeas super mewah-megah semakin menunjukkan bahwa Presiden SBY dan seluruh pejabat negara tidak punya empati kepada mayoritas rakyat yang hidupnya terlunta-lunta penuh ketidakpastian," tegas Haris.
"Apakah kita tetap mengunci telinga, menutup mata dan menumpulkan hati kita menyaksikan ketidakwarasan ini?" demikian Haris.
[ysa]
BERITA TERKAIT: