Hal itu dikatakan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat, kepada
Rakyat Merdeka Online siang ini (Senin, 21/11).
"Kalau sudah bagus, pertimbangannya sekarang ini model kepemimpinan apa yang dibutuhkan KPK itu. Pemimpin kan punya tantangan dan konteks yang berbeda-beda. Jadi konteksnya itu apakah mau memberdayakan institusi yang lain, semacam jaksa dan Polisi," kata Prof. Komaruddin.
Dia mengatakan hal tersebut karena lembaga superbody itu tugasnya hanya memberantas korupsi. Tapi bersama lembaga lain memberdayakan kekuatan masyarakat untuk memberantas korupsi. Sebab, kalau KPK sendiri memberantas korupsi, kan capek. Sehingga diperlukan pemimpin yang bisa menggerakkan dan memberdayakan masyarakat.
"Kedua, atau (KPK) situasinya membutuhan orang yang berani membongkar kelas kakap. Jadi ini kan beda-beda. Atau yang bagusnya (pimpinan KPK) punya kriteria dua-duanya," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: