"Nggak ada. Itu kan hanya dibentur-benturkan. Kita objektif. Kalau dari advokat, saya setuju ya memang Bambang termasuk unggulan lah," kata Edy Ramli Sitanggang kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 21/11).
Selain Bambang, dia juga menjagokan mantan Kepala PPATK. "Kalau Yunus Hussein Demokrat mendukung, ya sah-sah saja. Itu dilihat dari perjalanan karirnya selama ini," jelasnya.
Soal siapa dua nama lain, seperti yang disampaikannya di awal, bahwa dia melihat pimpinan KPK harus terdapat unsur Kejaksaan (Zulkarnain) dan Kepolisian (Aryanto Sutadi). Dia pun menepis kecurigaan bahwa unsur kejaksaan dan kepolisian akan jadi penghalang agenda pemberantasan korupsi.
"Harus dibangun itu pimpinan KPK yang kolektif-kolegial, dan solid. Boleh saja ada kecurigaan dari unsur jaksa dan polisi. Tapi kan nggak bisa main sendiri. Karena di sana kolektif," tegasnya.
Karena itu lah dia juga menepis bahwa Demokrat akan ikut dengan anjuran Panitia Seleksi Pimpinan KPK, yaitu memilih empat nama teratas dalam ranking. Meski, pihaknya akan tetap melihat bagaimana visi-misi calon lain dalam
fit and proper test. [zul]
BERITA TERKAIT: