Penempatan kapal perang Rusia ke Suriah ini sebagai bentuk ketidaksetujuan Rusia terhadap intervensi asing di negara Bashar al Assad tersebut. Rusia merupakan salah satu pendukung pemerintah Suriah dalam menangani konflik, tanpa campur tangan pihak asing. Meski demikian Rusia juga bersikap tegas dalam mengingatkan Suriah untuk segera melakukan reformasi.
Mantan pejabat Angkatan Udara Prancis mengatakan, bahwa tanpa adanya bantuan dari Rusia, Suriah tidak akan sanggup bertahan lama dari serangan NATO.
"Saya tidak melihat adanya kapabilitas militer dari Suriah. Suriah tidak akan sanggup bertahan menghadapi serangan Barat. Meski demikian, serangan ke Suriah akan lebih sulit ketimbang Libya bila Rusia ikut turun tangan," ujar mantan Kepala Angkatan Udara Prancis Jean Rannou seperti dikutip
The Nation, (Sabtu 19/11).
Bagi Rusia sanksi ataupun intervensi militer ke Suriah bukanlah solusi dalam menyelesaikan masalah. Saat ini Rusia memiliki pandangan tersendiri mengenai bagaimana pemecahan masalah yang seharusnya dilakukan di Suriah. Rusia masih percaya bahwa pemerintah Suriah hanya membutuhkan sedikit waktu lagi untuk membuktikan janjinya kepada masyarakat Suriah.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: