ICW Puji Naiknya Indeks Prestasi Korupsi Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 18 November 2011, 16:25 WIB
ICW Puji Naiknya Indeks Prestasi Korupsi Indonesia
ilustrasi/ist
RMOL. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyambut baik meningkatnya indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia yang berada di poisn 2,8 sebagaimana dilaporkan Transparansi Internasional (TI) Indonesia.

"Saya dengar kabar dari Transparancy International Indonesia, IPK Indonesia itu meningkat dari 2.8 menjadi 3 poin sekian. Ini sesuatu yang bagus," ujar Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo di gedung DPD RI, Senayan, Jakarta (Jumat, 18/11).

Meski begitu, katanya, masih banyak masalah korupsi yang harus ditangani aparat penegak hukum.

"Ada delapan ribu kontrak tambang bermasalah, banyak pengusaha lalai pajak. Liftingnya gak jelas, bahan baku yang diambil katanya emas tapi ada juga batu bara, perak, tembaga, dan lainnya. Kemudian cost recovery, setiap tahun menyimpang ratusan milyar," bebernya.
 
Adnan menambahkan, ke depan, penanganan korupsi harus fokus kepada kejahatan korupsi yang skala atau nilai korupsi besar. Misalnya di bidang pertambangan dan perpajakan itu. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA