"Jadi jangan diseret-seret seperti lembaga politik. Kita ingin
positioning KPK dan Pimpinan KPK itu sebagai penegak hukum yang banyak bekerja. Bukan banyak (bicara) di media dan membuat polemik dan lain sebagainya," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini (Kamis, 17/11).
Tapi, soal apakah Busyro masih layak pimpin KPK, PKS menyamakannya dengan calon pimpinan KPK lainnya. Yaitu akan melakukan kajian komprehensif tentang sepak terjadi mereka selama ini.
"(PKS ingin KPK itu) betul-betul untuk penegakan hukum. Bukan untuk kepentingan pribadinya, tendensi untuk kepentingan politik tertentu, betul-betul independen," tandasnya.
Komisi III DPR akan menggelar
fit and proper test terhadap 8 calon pimpinan KPK. Dari delapan itu, akan dipilih empat orang. Setelah dipilih empat orang, nama Busyro kemudian dimasukkan hingga menjadi lima pimpinan KPK. Setelah lengkap lima pimpinan KPK, barulah Komisi III DPR memilih siapa di antara kelimanya yang akan menjadi Ketua KPK.
[zul]
BERITA TERKAIT: