Kali ini, pihak yang mempertanyakan keputusan Amir adalah politisi dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. Ganjar heran dengan keputusan Amir yang memberi kelonggaran kepada Partai Karya Republik, Partai Serikat Rakyat Independen dan Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara untuk melengkapi syarat pada 25 November mendatang.
"Apa istimewanya partai ini?" kata Ganjar di gedung DPR/MPR Jakarta (Selasa, 15/11).
Ganjar heran, mengapa Menteri Amir tidak sekaligus saja mengumumkan verfikasi partai politik dalam waktu yang sama. Saat nama-nama partai diumumkan pada 11 November lalu, Amir meloloskan Partai Nasdem, meminta tiga partai untuk melengkapi berkas, dan menyatakan 10 partai lainnya tidak lolos.
"Kenapa tidak sama garis finisnya sama-sama ditutup? Saya tidak tahu ada apa dengan Menteri Hukum ini," demikian Ganjar.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: