Anggota Komisi III DPR Desmon J. Mahesa menjelaskan, setelah lengkap lima pimpinan KPK, barulah Komisi III DPR akan memilih siapa di antara kelimanya yang akan menjadi Ketua KPK. Mantan aktivis ini mengaku akan objektif dalam menilai Busyro pada sat uji kelayakan nanti.
"Kalau saya objektif saja. Kita akan evaluasi lagi
track record Busyro. Yang akan kita tes, sesuai nggak yang diomongkan dengan kenyataan yang dia lakukan sekarang. Kalau menurut saya sih, dia tidak konsisten juga," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Salah satu ketidakkonsistenan Busyro menurut politisi Gerindra ini, dalam menyikapi kasus dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Desmon mengingatkan, pada saat
fit and proper test, Busyro menegaskan bahwa penetapan dua pimpinan KPK itu sebagai tersangka sesuai dengan hukum.
"Sesudah dia bertemu kita di RDP (setelah Busyro Ketua KPK), dia agak mutar-mutar sedikit, jawabannya tidak sesuai dengan waktu dia kita proper. Menurut saya Busyro juga ya cenderung kompromi-kompromi juga," ungkapnya.
Karena itulah Desmon juga memastikan tidak akan memilih Busyro lagi untuk menjadi Ketua KPK selanjutnya. "Saya lebih memilih Bambang (Widjojanto)," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: