"Kita tidak bisa mengunggulkan apa dan siapa. Karena kita belum melakukan
fit and proper test. Artinya ketika kita mengunggulkan seseorang, yang kita kedepankan itu
like and dislike," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini (Senin, 14/11).
Fraksi Hanura tampaknya sangat berhati-hati dalam menentukan siapa pengganti Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah, Haryono Umar, dan M Jasin. Karena, pimpinan KPK ke depan memiliki posisi yang sangat strategis.
"Karena itu kita harus tahu dulu sampai sejauh mana komitmennya, keberanniannya mengungpkan beberapa kasus yang mendapat perhatian publik seperti Century, mafia pajak, wisma atlet dan hambalang. Untuk menguji kapabilitas, integritas, dan indepensi itu ada pada proses
fit and proper, kan begitu," jelasnya.
Karena itu, Sudding memastikan, pernyataan rekan sejawatnya Akbar Faizal yang menyebut bahwa pihaknya sedang menimbang tiga nama, yaitu Bambang Widjojanto, Abdullah Hehamahua dan Abraham Samad untuk memimpin lembaga anti korupsi itu adalah pandangan pribadi. "Kalau pandangan pribadi, itu sah-sah saja," jelasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: