Tak Tetapkan Soeharto sebagai Pahlawan, Pemerintah Takut Golkar Besar?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 08 November 2011, 16:35 WIB
Tak Tetapkan Soeharto sebagai Pahlawan, Pemerintah Takut Golkar Besar?
SOEHARTO/ist
RMOL. Tak lama setelah mantan Presiden Soeharto wafat pada Januari 2008 lalu, Partai Golkar yang saat itu dipimpin Jusuf Kalla langsung mengusulkan agar mantan penguasa Orde Baru itu ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

"Golkar sejak awal, setelah Pak Harto meninggal dunia, langsung, saya ikut dalam rapat yang dipimpin Pak Jusuf Kalla, menentukan bahwa Golkar mengusulkan Pak Harto jadi pahlawan," kata Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (Selasa, 8/11).

Karena, kata dia menjelaskan alasan Golkar mengusulkan Soeharto sebagai pahlawan, apa yang dilakukan Soeharto selama menjabat, sampai saat ini tetap masih dirasakan masyarakat. "Faktanya sekarang ini, mulai petani, masyarakat di tingkat bawah bahwa menilai Orde Baru lebih baik dari sekarang," ungkapnya.

Meski begitu Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Meski faktanya, jelas Firman, pemerintah tidak berani menetapkan Soeharto sebagai pahlawan nasional. "Mungkin ada kekuatiran kalau (Soeharto) jadi pahlawan, menjadi justifikasi bahwa Orde Baru memang lebih bagus. Kekuatiran secara politik itu kan ada juga toh," jelasnya.

Apakah itu juga sebagai kekuatiran pemerintah, Golkar akan semakin besar kalau Soeharto jadi pahlawan?

"Walaupun (Soeharto) tidak (ditetapkan sebagai pahlawan) begitu, sekarang rakyat sudah tahu Golkar memang lebih baik," jawabnya sambil tertawa. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA